EN | ID
Ingat saya
ARTIKEL

Sempat dinyatakan Punah, Lebah Terbesar Dunia Masih Hidup di Indonesia

19 March 2019 kategori Artikel

Penulis: BW Admin

Dibaca: 168 Kali

Sempat dinyatakan Punah, Lebah Terbesar Dunia Masih Hidup di Indonesia

Tanpa kabar sejak tahun 1984, lebah Megachile pluto sempat dianggap punah. Namun, pada ekspedisi Januari 2019 dia berhasil kembali ditemukan. Lebah M. pluto merupakan lebah terbesar di dunia yang berasal dari Indonesia. Dia termasuk satwa endemik dan hanya ditemukan di wilayah Maluku Utara, tepatnya di pulau Bacan, Halmahera, dan Tidore.

Baca juga: Ngengat Peniru Lebah, Ditemukan Setelah Hilang 130 Tahun

Penemuan kembali M. pluto pada Januari 2019 merupakan hasil ekspedisi dari tim Clay Bolt seorang fotografer alam, bersama dua orang biologis Eli Wyman dan Simon Robson, serta penulis Glen Chilton. Ekspedisi didasari kuatnya dugaan bahwa M. pluto masih belum punah. Sebab pada tahun 2018, dua kali spesimen M. pluto dijual online oleh orang yang sama dan terjual dengan harga ribuan dollar.

Lebah besar M. pluto memiliki ukuran tubuh yang berbeda antara jantan dan betina. Betina lebih besar dari jantan dengan panjang maksimal 38 mm serta bentang sayap 63.5 mm. Sementara si jantan maksimal hanya 23 mm. Betina juga memiliki rahang dan mandibula lebar seperti kumbang rusa yang berfungsi untuk membantunya membawa getah ke sarang.

Gambar Megachile pluto betina

 

Meski berukuran besar M. pluto sulit ditemukan, sebab mereka bersarang di dalam pohon bersama dengan rayap Microcerotermes amboinensis. Sehingga dari luar yang terlihat hanya sarang rayap. Getah yang dibawa betina, digunakan lebah untuk memisahkan sarang mereka dengan rayap. Mereka membentuk dinding dan bilik-bilik kecil. Biasanya getah berasal dari pohon dipterocarpus seperti Anisoptera thurifera.

Habitat lebah M. pluto adalah hutan tropis dataran rendah. Sayangnya luasan hutan terus berkurang karena berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Ancaman kepunahan tetap menghantui mereka. Apalagi dengan bebasnya jual beli M. pluto yang tidak masuk ke dalam regulasi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar CITES (Convention of International Trade in Endangered Species).

 

Referensi: iucnredlistinaturalistnationalgeographic

 


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2019 All Right Reserved. Design by Paragraph