EN | ID
Ingat saya
ARTIKEL

Maleo Waigeo, Kerabat Maleo yang Sempat Menghilang

27 March 2018 kategori Artikel

Penulis: BW Admin

Dibaca: 216 Kali

Maleo Waigeo, Kerabat Maleo yang Sempat Menghilang

Waigeo, pulau seluas 301.127 hektar yang terletak di utara Raja Ampat, Papua Barat, merupakan salah satu wilayah endemik penting Indonesia. Wilayah ini memiliki kekhasan dan keragaman jenis yang tinggi, serta kondisi lingkungan yang mendukung untuk ditinggali berbagai jenis satwa endemik. Tercatat, ada 127 jenis burung yang tinggal di sana dan maleo waigeo atau Aepypodius bruijnii menjadi burung endemik yang paling dikenal.

Burung ini pertama kali dikenal pada tahun 1880 saat ditemukan Anton August Brujin. Dalam rentang 1880 hingga 1904, sebanyak 21 spesimennya berhasil dikoleksi. Namun, keberadaannya lama tak terlihat dan baru mulai tahun 2007 teramati kembali di alam. Mereka sensitif terhadap suara dan gerakan sehingga sulit dilihat langsung. Kemugkinan inilah yang membuat mereka sempat sulit diamati.

Secara taksonomi, Aepypodius bruijnii termasuk Famili Megapodiidae, famili yang sama dengan burung maleo (Macrocephalon maleo). Tubuhnya memiliki rentang ukuran 41-46 cm dengan kepala gundul dan bagian badan bawah berwarna coklat kadru. Jantan biasanya memiliki gelambir tiga buah. Kehidupan A. bruijnii lebih banyak dihabiskan di pegunungan untuk berbiak dan bersarang. Namun, individu muda juga senang bermain di pesisir.

Sayangnya, berbagai ancaman membuat A. bruijnii menyandang status Genting (Endangered/EN) dalam Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation Union). Jumlahnya, hanya berkisar 980 individu dewasa. Salah satu contoh ancamannya di alam adalah babi dan biawak, yang sering memakan telurnya.

 

Sumber:

http://www.mongabay.co.id/2018/03/07/tidak-hanya-maleo-waigeo-juga-kaya-akan-satwa-liar/


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2018 All Right Reserved. Design by Paragraph