EN | ID
Ingat saya
ARTIKEL

Jamur, Pangan Alternatif yang Kaya Manfaat

23 April 2018 kategori Artikel

Penulis: BW Admin

Dibaca: 150 Kali

Jamur, Pangan Alternatif yang Kaya Manfaat

Jamur sangat berpotensi untuk dikembangkan secara luas di Indonesia, sebab memiliki nilai ekonomi tinggi, ramah lingkungan, dan kaya zat gizi. Didukung oleh peluang pasar yang besar, luasan kebun jamur terus meningkat dari tahun ke tahun. Terdapat setidaknya enam jenis jamur konsumsi di Indonesia, antara lain jamur merang, jamur kuping, jamur kancing, jamur tiram, jamur shitake, dan jamur lingchi.

Budidaya jamur ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah sebagai media tanamnya yakni limbah kapas, merang, ampas aren dan serbuk gergaji. Tak hanya itu, seusai panen, bekas media tanam bisa berguna kembali dengan dibuat menjadi pupuk organik.

Jamur yang dibudidayakan di Indonesia memiliki nilai gizi tinggi, bahkan mengandung 19-35% protein lebih tinggi dibandingkan beras (7,38%), gandum (13,2%), dan susu sapi 25,2%. Protein dalam jamur tiram putih juga dapat dijadikan sebagai sumber protein murah pengganti daging atau sebagai makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Selain itu, jamur tiram putih juga memiliki kandungan senyawa aktif yang bersifat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh dari serangan penyakit.

Guna meningkatkan nilai ekonominya, jamur dapat dibuat menjadi berbagai jenis olahan, seperti keripik, rendang, sate, abon, dan bakso. Bahkan, negara lain sudah mengolah jamur sebagai suplemen atau vitamin. Sebab, jamur mengandung zat yang mampu menangkal radikal bebas, sehingga bila dikonsumsi secara tepat dapat menjaga daya tahan tubuh.

 

Sumber:

http://lipi.go.id/berita/jamur-dan-pisang-sumber-alternatif-pangan-bergizi/20154

http://lipi.go.id/berita/lipi-supports-edible-mushroom-cultivation-in-indonesia/19346


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Biodiversity Warriors Copyright ©2014-2018 All Right Reserved. Design by Paragraph